Oknum Polisi Tersungkur Di Pinggir Jalan, Diduga Mabuk Berat, Foto Viral Guncang Facebook
PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Media sosial kembali diguncang. Sebuah foto yang memperlihatkan seorang oknum anggota kepolisian tergeletak tak berdaya di pinggir jalan umum Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mendadak viral dan menuai beragam reaksi warganet. Foto tersebut ramai beredar di Facebook sejak Kamis (15/1/2026).
Dalam foto yang tersebar luas, oknum polisi yang belum diketahui identitasnya itu tampak terkapar di dekat sepeda motor, tepat di sisi jalan raya. Ia terlihat mengenakan kaos hitam lengan panjang dan celana jeans, dengan posisi tubuh yang memunculkan dugaan kuat mengalami mabuk berat.
Peristiwa memalukan itu langsung menyedot perhatian publik. Setelah ditelusuri, oknum anggota kepolisian tersebut diketahui bertugas di Polsek Langkaplancar, Polres Pangandaran.
Seorang tokoh agama di Kecamatan Langkaplancar, Ustadz Iwan, angkat bicara. Ia menilai kejadian tersebut bukan peristiwa tunggal, melainkan diduga sebagai puncak dari perilaku lama yang sudah lama menjadi bisik-bisik warga.
“Saya sudah lama mendengar desas-desus. Mungkin ini klimaksnya. Tadinya saya biasa saja, tapi sudah beberapa tahun banyak yang ngomong soal oknum polisi yang mabok dan ngajak barudak,” ujar Ustadz Iwan saat dihubungi melalui WhatsApp, Jumat (16/1/2026) siang.
Menurutnya, kejadian tersebut berlangsung pada Rabu (14/1/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Seorang warga yang baru pulang dari Tasikmalaya menuju Langkaplancar dibuat kaget setelah melihat sesuatu yang mencurigakan di perbatasan Desa Bangunjaya dan Desa Cimanggu.
“Warga melihat ada sepeda motor, tapi orangnya tergeletak di semak-semak di pinggir jalan. Awalnya tidak tahu kalau itu anggota polisi,” jelasnya.
Merasa curiga, warga tersebut memotret kondisi di lokasi dan menyebarkannya ke media sosial, terutama Facebook.
Tak butuh waktu lama, foto itu langsung menyebar luas dan mengundang sorotan publik. Identitas orang yang tergeletak pun akhirnya terungkap sebagai oknum anggota kepolisian, sehingga memantik kekecewaan dan kemarahan masyarakat.
“Besok paginya ada warga datang ke rumah saya menanyakan harus bagaimana. Saya bilang, kehormatan institusi Polri harus kita jaga, tapi kalau sudah keterlaluan seperti ini, ya harus diluruskan,” tegas Ustadz Iwan.
Sementara itu, Kapolsek Langkaplancar AKP Asep Dadi M dalam rilis resminya menyampaikan bahwa pihaknya telah membuka ruang dialog dengan para tokoh masyarakat.
Dialog tersebut digelar untuk menampung kritik, saran, dan masukan terkait kinerja Polsek Langkaplancar, termasuk kasus oknum polisi yang diduga mabuk dan viral di media sosial.
“Semua masukan akan kami jadikan bahan evaluasi agar ke depan profesionalisme serta kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan,” ujar AKP Asep Dadi M.
Kasus ini menjadi tamparan keras bagi institusi kepolisian, sekaligus pengingat bahwa perilaku aparat di luar dinas pun kini tak luput dari sorotan publik dan kamera warga. Media sosial kembali membuktikan diri sebagai pengadil paling cepat di era digital.
Editor : Irfan Ramdiansyah