Lampu PMI Padam, Petugas Piket Perempuan Semua, Damkar Datang Jadi Pahlawan Dadakan!
PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Malam yang semula tenang di Markas PMI Pangandaran mendadak heboh ketika lampu penerangan tiba-tiba padam. Di ruang piket, para petugas yang semuanya perempuan dibuat kelabakan karena tak ada satu pun yang sanggup memanjat untuk memasang lampu.
Situasi yang gelap itu berubah jadi kisah menarik ketika regu Damkar meluncur untuk memberi bantuan.
Irfan Nugraha, petugas Damkar Pangandaran yang memimpin aksi “penyelamatan lampu”, menjelaskan bahwa pihaknya mendapat laporan dari pegawai PMI yang meminta bantuan. Tanpa menunggu lama, ia dan tim langsung bergerak.
“Kami dapat info dari PMI bahwa lampu mati dan mereka butuh bantuan. Ya sudah, kami datang saja. Namanya juga saling bantu instansi. Kebetulan yang piket semuanya perempuan, jadi agak kesulitan untuk naik dan pasang lampu,” ujar Irfan sambil tersenyum.
Setibanya di lokasi, para petugas Damkar langsung naik ke titik pemasangan. Hanya butuh beberapa menit, lampu kembali menyala dan suasana markas PMI yang tadinya gelap langsung berubah terang-benderang.
Wita, pegawai PMI Pangandaran yang saat itu sedang piket, mengakui bahwa dirinya dan rekan-rekannya kewalahan.
“Kami sebenarnya sudah coba, tapi ya susah… soalnya harus naik tinggi. Semua yang piket perempuan, jadi nggak ada tenaga untuk panjat. Pas Damkar datang, lega banget. Cepat, sigap, beres,” kata Wita sambil tertawa kecil.
Malam itu, tanpa sirene dan tanpa api, Damkar Pangandaran justru menjadi penyelamat urusan kelistrikan.
Warga sekitar yang melihat aksi dadakan tersebut bahkan sempat berkomentar bahwa sinergi antar instansi seperti ini jarang terlihat, apalagi untuk hal-hal sederhana namun krusial.
Kolaborasi spontan antara Damkar dan PMI itu pun menuai pujian. Bukan hanya karena lampu kembali menyala, tapi karena semangat gotong royong yang terasa kental.
Di Pangandaran, rupanya bukan hanya kebakaran yang butuh pemadam, lampu mati pun bisa jadi cerita.
Editor : Irfan Ramdiansyah