Balap Traktor di Sawah Pangandaran, Ribuan Warga Histeris Saat Petani Aksi Gila di Lumpur

PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Sawah yang biasanya tenang usai panen padi, mendadak berubah jadi arena penuh adrenalin. Ribuan pasang mata tumpah ruah ke Dusun Cihideung, Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, demi menyaksikan balapan traktor ala gladiator lumpur yang bikin penonton teriak-teriak histeris.
Di jalur sawah yang basah, para peserta yang sebagian besar petani lokal menunjukkan skill gokil mengendalikan mesin berat di atas lintasan licin. Bukan sembarang olah raga, balap traktor ini jadi pesta rakyat pascapanen yang dikemas heboh penuh atraksi.
Tak hanya warga sekitar, penonton juga datang dari luar daerah. Dari Jawa Barat hingga Jawa Tengah, mereka tumplek blek demi satu tontonan unik “traktor meliuk-liuk seperti motor balap di aspal, tapi di lumpur!” Balapan ini dibuka dengan iring-iringan jonder, traktor, hingga siswa-siswi sekolah yang ikut meramaikan.
Dukungan penuh datang dari Dinas Pertanian Pangandaran, yang menyebut acara ini bukan sekadar hiburan, tapi juga bentuk syukur petani setelah panen raya.
Uniknya, acara ini langsung memantik geliat ekonomi. Pedagang kecil dan UMKM panen untung. Dari penjual cilok, es kelapa, sampai pedagang kaus bergambar traktor, semuanya laris manis diserbu ribuan warga yang haus hiburan.
Ketua pelaksana, Tahmo Cahyono, menyebut kegiatan ini lebih dari sekadar balapan.
“Ini pesta petani pascapanen raya. Yang paling utama silaturahmi, tukar teknologi, sampai edukasi buat anak sekolah. Pertanian itu bukan musibah hidup, tapi jalan kehidupan. Dari sinilah kita menuju swasembada pangan, dari Pangandaran untuk Indonesia bahkan dunia,” ujarnya berapi-api.
Antusiasme penonton makin pecah ketika hujan turun, menjadikan lintasan makin becek dan licin. Tapi justru di situlah sensasi terjadi. Traktor yang selip, nyungsep, hingga nyaris terbalik malah membuat penonton semakin histeris.
Oning Sukaesih, salah satu warga, mengaku baru pertama kali menyaksikan tontonan ekstrem semacam ini.
“Kalau di Pangandaran baru ada sekarang. Meski hujan, seru banget lihat peserta lihai mainkan traktornya. Semoga tiap tahun ada lagi, pasti lebih meriah,” katanya sambil teriak kegirangan.
Biasanya petani hanya terlihat di ladang dengan cangkul dan padi. Tapi kali ini mereka jadi bintang panggung. Dengan helm dan traktor, mereka berubah jadi gladiator lumpur, unjuk keahlian dan nyali di hadapan ribuan pasang mata.
Di balik lumpur yang berceceran dan mesin berisik, terselip pesan penting: kebersamaan, kreativitas, dan semangat gotong royong petani yang tak pernah padam.
Balap traktor di Desa Ciganjeng ini dipastikan bukan yang terakhir. Panitia sudah memastikan akan menjadikannya agenda rutin tahunan. Dan jika atmosfer hari ini bisa dijadikan patokan, jelas setiap musim panen di Pangandaran tak akan lagi biasa-biasa saja. Sawah bisa berubah jadi sirkuit paling liar, dan petani jadi jagoan sesungguhnya.
Editor : Irfan Ramdiansyah